Tugas Ke 1 Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran diampu oleh Bu Galih Istiningsih
1. Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi
Pengukuran (Measurement)
Pengukuran memegang peran penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dan penyajian informasi bagi pembuat kebijakan. Pada dasarnya pengukuran merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek secara sistematik. Alat ukur yang digunakan harus memiliki bukti kesahihan(validitas) dan kehandalan (reliabilitas) yang tinggi
Penilaian (Assessment)
Penilaian merupakan komponen penting dalam proses dan penyelenggaraan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaiannya. Keduanya saling terkait, Sistem pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik. Kualitas pembelajaran ini dapat dilihat dari hasil penilaiannya. Sistem penilaian yang baik akan mendorong guru untuk menentukan strategi mengajar yang baik dan memotivasi peserta didik untuk belajar dengan lebih baik
Menurut TGAT (1987), penilaian atau assesment mencakup semua cara yang digunakan untuk kerja individu.
Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi menurut Griffin & Nix (1991) adalah judgment terhadap nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Menurut definisi ini, evaluasi selalu didahului dengan kegiatan pengukuran dan penilaian. Atau secara singkatnya dapat didefinisikan sebagai proses mengumpulkan informasi untuk mengetahui pencapaian belajar kelas atau kelompok.
Hubungan pengukuran, penilaian, dan evaluasi
Dari beberapa uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antara pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi (evaluation) bersifat hirarkis.
Pengukuran membandingkan hasil pengamatan dengan kriteria,
Penilaian menjelaskan dan menafsirkan hasil pengukuran, sedangkan evaluasi adalah penetapan nilai atau implikasi suatu perilaku, bisa perilaku individu atau lembaga.
Sifat yang hirarkis ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan evaluasi melibatkan penilaian dan pengukuran. Penilaian berarti menilai sesuatu, sedangkan menilai itu mengandung arti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri pada ukuran atau kriteria tertentu, seperti menilai seseorang sebagai orang yang pandai karena memiliki
skor tes inteligensi lebih dari 120, sedangkan evaluasi mencakup baik kegiatan pengukuran maupun penilaian.
2. Taksonomi Bloom
Taksonomi bloom adalah struktur hierarki (bertingkat) yang mengidentifikasi keterampilan berpikir mulai dari jenjang yang rendah hingga jenjang yang tinggi. Taksonomi Bloom pertama kali diterbitkan pada tahun 1956 oleh seorang psikolog pendidikan yaitu Benjamin Bloom. Yang membagi menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotoris.
a. Ranah Kognitif
Ranah kognitif mengurutkan keahlian sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir menggambarkan tahap berpikir yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Ranah kognitif ini terdiri atas enam level, yaitu: (1) knowledge (pengetahuan), (2) comprehension (pemahaman atau persepsi), (3) application (penerapan), (4) analysis (penguraian atau penjabaran), (5) synthesis (pemaduan), dan (6) evaluation (penilaian).
Penguasaan ranah kognitif peserta didik, meliputi perilaku peserta didik yang ditunjukkan melalui aspek intelektual, seperti pengetahuan serta keterampilan berpikir. Pengetahuan serta keterampilan peserta didik, dapat diketahui dari berkembangnya teori-teori yang dimiliki oleh peserta didik, serta memori berpikir peserta didik yang dapat menyimpan hal-hal baru yang diterimanya. Misalnya, peserta didik baru belajar mengenai definisi dari drama, teater, serta tata panggung. Pada umumnya, peserta didik yang ranah kognitifnya kuat, dapat menghafal serta memahami definisi yang baru diketahuinya. Selain itu, kemampuan peserta didik dalam mengingat teori yang baru didapatnya, sangat kuat.
Pada tahun 2021 direvisi oleh Krathwohl dan para ahli aliran kognitivisme. Hasil revisi ini yang kita kenal dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi yang dibuat hanya pada ranah kognitif dengan menggunakan kata kerja.
Tabel 1. Perbandingan taksonomi bloom dan revisinya ranah kognitif
Taksonomi Bloom | Revisi Taksonomi Bloom | Keterangan |
Pengetahuan | Mengingat | Low Order Thinking Skills |
Pemahaman | Memahami | |
Penerapan | Mengaplikasikan | |
Analisis | Menganalisis | High Order Thinking Skills |
Sintesis | Mengevaluai | |
Evaluasi | Mengkreasi |
Taksonomi Bloom versi revisi, jenis pengetahuan dibagi menjadi 4 (empat) yaitu:
- 2. Konseptual: termasuk kategori, struktur, dan teori
- 3. Prosedur: bagaimana menggunakan teknik dan metode yang spesifik, dan waktu penggunaannya
- 4. Metakognitif: strategi keputusan, pengetahuan-diri, dan “thinking about thinking”
- Dari empat jenis pengetahuan, kemudian dibagi menjadi enam tingkat pembelajaran. Pada revisi taksonomi Bloom ini, setiap tingkatan lebih menunjukkan kata kerja aktif untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan oleh peserta didik. Tingkatan dalam pengetahuan ini digambarkan dalam bentuk paramida, di mana tingkat dasar digambarkan lebih luas daripada tingkat di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang bertahan pada tingkat pengetahuan yang lebih rendah ini. Kata kerja revisi taksonomi Bloom diuraikan sebagai berikut:
- - Mengingat: pembelajaran yang paling mendasar (meskipun dapat melibatkan informasi yang kompleks). Pada tingkat ini, peserta didik mungkin mengetahui terminology kunci untuk subjek tertentu, fakta dan angka yang relevan, sistem atau teori yang telah dikembangkan orang lain.
- - Memahami: orang tahu lebih banyak tentang apa sebenarnya arti dari informasi itu.
- - Menerapkan: pada tingkatan ini, pengetahuan digunakan dengan cara baru dan diterapkan untuk memecahkan masalah yang lebih kompleks.
- - Menganalisis: melibatkan pemecahan informasi menjadi beberapa bagian untuk memeriksa secara individual dan untuk melihat bagaimana informasi tersebut berhubungan satu dengan lain.
- - Mengevaluasi: orang membuat penilaian tentang apa yang telah mereka temukan sejauh ini. Pada tingkatan ini memungkinkan mereka untuk membuat rekomendasi atau menyarankan ide-ide inovatif.
- - Membuat: pada tingkat akhir ini, orang dapat mengatur ulang informasi yang dimiliki kemudian menggabungkan dengan informasi yang didapatkan kemudian menciptakan sesuatu yang baru.
- Pengajar atau penyusun program pelatihan dapat menggunakan kata kerja operasional dari Taksonomi Bloom ini untuk merumuskan tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar